Sabtu, 20 November 2010

Tradisi Halal Bi Halal dan Kupatan

Seiring dengan berlalunya Bulan suci Ramadlan. Banyak pelajaran yang dapat dipetik untuk menjadi bekal dalam mengarungi kehidupan yang akan datang, baik berupa pelajaran hukum, hikmah, faidah ataupun tentang fadhilah. Sekarang, di hari raya ‘Iidul Fitri ini kita pantas berbangga hati dan bergembira karena momentum kemenangan dan maghfiroh dari Allah SWT, sebagaimana yang tersurat dalam sebuah hadis Qudsi:
اِذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا اِلىَ عِيْدِكُمْ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالىَ: يَا مَلاَئِكَتِى كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ اُجْرَهُ اَنِّى قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَيُنَادِى مُنَادٌ: يَا اُمَّةَ مُحَمَّدٍ اِرْجِعُوْااِلَى مَنَازِلِكُمْ قَدْ بَدَلْتُ سَيِّئَاتِكُمْ حَسَنَاتٍ فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: يَا عِبَادِى صُمْتُمْ لِى وَاَفْطَرْتُمْ لِى فَقُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ .
 “Apabila mereka berpuasa di bulan Ramadhan kemudian keluar untuk merayakan hari raya, maka Allah pun berkata, ‘Wahai Malaikatku, setiap orang yang mengerjakan kebaikan dan meminta balasannya, sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka. Kemudian ada yang berseru, ‘Wahai ummat Muhammad, pulanglah ke tempat tinggal kalian. Seluruh keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan’. Kemudian Allah pun berkata: ‘Wahai hambaku, kalian telah berpuasa untukku dan berbuka untukku. Maka bangunlah sebagai orang yang telah mendapatkan ampunan.”
Namun, dosa-dosa yang diampuni itu hanya yang berhubungan langsung dengan Allah. Terus bagaimana dengan dosa-dosa yang berkaitan dengan sesama kita. Dimana dalam hal ini, ampunan Allah bergantung pada pemaafan masing-masing yang bersangkutan?. Bermula dari keprihatinan ini, timbul tradisi HALAL BI HALAL, sebuah tradisi hasil kreatifitas manusia dalam memahami pesan-pesan yang terkandung dalam ajaran agamanya. Tradisi silaturrahmi dan saling memaafkan antarsesama adalah sesuatu yang sangat indah, sebuah proses pembelajaran untuk menyadari kesalahan dan bisa memaafkan kesalahan orang lain.
Tradisi Saling memaafkan atau Halal bi Halal ini, awalnya hanya ada di negara Indonesia, kemudian di adopsi oleh negara-negara serumpun melayu. Secara konsep, istilah dan kegiatan Halal bi Halal ini tidak muncul dengan tegas dari al-Qur’an dan al-Hadits. Namun, jika dilihat dari roh kegiatannya, al-Qur’an dan al-Hadits memang memberikan landasan untuk itu. Selain muatan shodaqoh dan silaturrahmi yang ada didalamnya sangat mencerminkan corak keislaman dari tradsi ini, setidaknya ada isyarat dari surat Ali ‘Imron ayat 134-135, yang memerintahkan pelaku kesalahan, agar menyadari kesalahannya, kemudian memohon ampun atas kesalahannya dan berjanji tidak mengulanginya lagi.
Tradisi Halal bi Halal yang sarat dengan pesan-pesan indah dan islami ini, menjadi semakin berma’na tatkala disusuli dengan puasa enam hari, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, Barang siapa yang puasa Ramadlan, kemudian di ikuti dengan puasa enam hari pada bulan syawal, maka dia seperti puasa satu tahun. (HR. Muslim). Lalu di tutup dengan tradisi KUPATAN di beberapa daerah di Indonesia, dimana dalam tradisi ini, hamper setiap warga membuat makanan kupat, lalu mereka saling bersilaturrahmi dan bertukar makanan untuk saling mencicipi. Indah sekali melihat masyarakat guyub, santun, rukun dan menampakkan sifat-sifat mulim dan muslimah sejati. Sehingga kesan bahwa Islam rahmatal lil ‘alamin benar-benar terwujud dan terealisasikan. Dunia Kita (dihyamd.wordpress.com), mengucapkan minal ‘aa’idin wal fa’izin, Mohon maaf Lahir dan Bathin.

Memahami Konsep Sifat Dua Puluh

Dalam aqidah Ahlussunnah Wal-Jama’ah ada konsep sifat 20 yang wajib bagi Allah. Konsep ini sangat populer dan harus diketahui oleh setiap orang Muslim. Akhir-akhir ini ada sebagian kelompok yang mempersoalkan sifat 20 tersebut dengan beberapa alasan, antara lain alasan tidak adanya teks dalam al-Qur’an dan hadits yang mewajibkan mengetahui sifat 20. Bahkan dalam hadits sendiri diterangkan bahwa nama-nama Allah (al-Asma’ al-Husna) jumlahnya justru 99. Dari sini muncul sebuah gugatan, mengapa sifat yang wajib bagi Allah yang harus diketahui itu hanya 20 saja, bukan 99 sebagaimana yang terdapat dalam al-Asma’ al-Husna? Sebagaimana yang sering dilontarkan oleh seorang tokoh Wahhabi di Radio lokal.
Para ulama Ahlussunnah Wal-Jama’ah dalam menetapkan konsep sifat 20 tersebut sebenarnya berangkat dari kajian dan penelitian yang mendalam. Ada beberapa alasan ilmiah dan logis yang dikemukakan oleh para ulama tentang latar belakang konsep wajibnya mengetahui sifat 20 yang wajib bagi Allah, antara lain:
Pertama, setiap orang yang beriman harus meyakini bahwa Allah SWT wajib memiliki semua sifat kesempurnaan yang layak bagi keagungan-Nya. Ia harus meyakini bahwa Allah mustahil memiliki sifat kekurangan yang tidak layak bagi keagungan-Nya. Ia harus meyakini pula bahwa Allah boleh melakukan atau meninggalkan segala sesuatu yang bersifat mungkin seperti menciptakan, mematikan, menghidupkan dan lain-lain. Demikian ini adalah keyakinan formal yang harus tertanam dengan kuat dalam hati sanubari setiap orang yang beriman.
Kedua, para ulama Ahlussunnah Wal-Jama’ah sebenarnya tidak membatasi sifat-sifat kesempurnaan Allah dalam 20 sifat. Bahkan setiap sifat kesempurnaan yang layak bagi keagungan Allah, sudah barang tentu Allah wajib memiliki sifat tersebut, sehingga sifat-sifat Allah itu sebenarnya tidak terbatas pada 99 saja sebagaimana dikatakan al-Imam al-Hafizh al-Baihaqi:
وَقَوْلُهُ: « إِنَّ للهِ تِسْعَةً وَتِسْعِيْنَ اِسْمًا » لاَ يَنْفِيْ غَيْرَهَا ، وَإِنَّمَا أَرَادَ وَاللهُ أَعْلَمُ أَنَّ مَنْ أَحْصَى مِنْ أَسْماَءِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ تِسْعَةً وَتِسْعِيْنَ اِسْمًا دَخَلَ الْجَنَّةَ.

Sabda Nabi Saw: “Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan Nama”, tidak menafikan nama-nama selainnya. Nabi Saw hanya bermaksud –wallahu a’lam-, bahwa barangsiapa yang memenuhi pesan-pesan sembilan puluh sembilan nama tersebut akan dijamin masuk surga. (al-Baihaqi, al-I’tiqad ‘ana Madzhab al-Salaf, hal. 14). Pernyataan al-Hafizh al-Baihaqi di atas bahwa nama-nama Allah SWT sebenarnya tidak terbatas dalam jumlah 99 didasarkan pada hadits shahih:

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ، قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : اللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ … أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ بَصَرِيْ، وَجَلاَءَ حَزَنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.

Ibn Mas’ud berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Ya Allah, sesungguhnya aku hamba-Mu… Aku memohon dengan perantara setiap Nama yang Engkau miliki, baik Engkau namakan Dzat-Mu dengan-Nya, atau Engkau turunkan nama itu dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang di antara makhluk-Mu, dan atau hanya Engkau saja yang mengetahui-Nya secara ghaib, jadikanlah al-Qur’an sebagai taman hatiku, cahaya mataku, pelipur laraku dan penghapus dukaku.” (HR. Ahmad, Ibn Hibban, al-Thabarani dan al-Hakim).
Ketiga, para ulama membagi sifat-sifat khabariyyah, yaitu sifat-sifat Allah yang terdapat dalam al-Qur’an dan hadits seperti yang terdapat dalam al-Asma’ al-Husna, terbagi menjadi dua. Pertama, Shifat al-Dzat, yaitu sifat-sifat yang ada pada Dzat Allah SWT, yang antara lain adalah sifat dua puluh. Dan kedua, Shifat al-Af’al, yaitu sifat-sifat yang sebenarnya adalah perbuatan Allah SWT, seperti sifat al-Razzaq, al-Mu’thi, al-Mani’, al-Muhyi, al-Mumit, al-Khaliq dan lain-lain. Perbedaan antara keduanya, Shifat al-Dzat merupakan sifat-sifat yang menjadi Syarth al-Uluhiyyah, yaitu syarat mutlak ketuhanan Allah, sehingga ketika Shifat al-Dzat itu wajib bagi Allah, maka kebalikan dari sifat tersebut adalah mustahil bagi Allah. Sebagai contoh, misalhnya ketika Allah SWT bersifat baqa’ (kekal), maka Allah SWT mustahil bersifat kebalikannya, yaitu fana’.
Dari sini para ulama menetapkan bahwa Shifat al-Dzat ini bersifat azal (tidak ada permulaan) dan baqa’ (tidak berakhiran) bagi Allah. Hal tersebut berbeda dengan Shifat al-Af’al. Ketika Allah memiliki salah satu di antara Shifat al-Af’al, maka kebalikan dari sifat tersebut tidak mustahil bagi Allah, seperti sifat al-Muhyi (Maha Menghidupkan) dan kebalikannya al-Mumit (Maha Mematikan), al-Dhar (Maha Memberi Bahaya) dan kebalikannya al-Nafi’ (Maha Memberi Manfaat), al-Mu’thi (Maha Pemberi) dan kebalikannya al-Mani’ (Maha Pencegah) dan lain-lain. Di samping itu para ulama juga mengatakan bahwa Shifat al-Af’al itu baqa’ (tidak berakhiran) bagi Allah, namun tidak azal (ada permulaan).
Dari sini dapat kita memahami, kekeliruan pernyataan Nurcholis Madjid beberapa tahun yang lalu, bahwa untuk saat ini sifat Rahmah Allah mestinya lebih layak ditekankan untuk diketahui dari pada yang lain. Karena pernyataan ini berangkat dari ketidakpahaman Nurcholis terhadap konsep Shifat al-Dzat yang menjadi Syarth al-Uluhiyyah (syarat ketuhanan) dan Shifat al-Af’al yang bukan Syarth al-Uluhiyyah.
Keempat, dari sekian banyak Shifat al-Dzat yang ada, sifat dua puluh dianggap cukup dalam mengantarkan seorang Muslim pada keyakinan bahwa Allah memiliki segala sifat kesempurnaan dan Maha Suci dari segala sifat kekurangan. Di samping substansi sebagian besar Shifat al-Dzat yang ada sudah ter-cover dalam sifat dua puluh tersebut yang ditetapkan berdasarkan dalil al-Qur’an, sunnah dan dalil ‘aqli.
Kelima, sifat dua puluh tersebut dianggap cukup dalam membentengi akidah seseorang dari pemahaman yang keliru tentang Allah SWT. Sebagaimana dimaklumi, aliran-aliran yang menyimpang dari faham Ahlussunnah Wal-Jama’ah seperti Mu’tazilah, Musyabbihah (kelompok yang menyerupakan Allah SWT dengan makhluk), Mujassimah (kelompok yang berpendapat bahwa Allah memiliki sifat-sifat makhluk), Karramiyah dan lain-lain menyifati Allah dengan sifat-sifat makhluk yang dapat menodai kemahasempurnaan dan kesucian Allah. Maka dengan memahami sifat wajib dua puluh tersebut, iman seseorang akan terbentengi dari keyakinan-keyakinan yang keliru tentang Allah. Misalnya ketika Mujassimah mengatakan bahwa Allah itu bertempat di Arsy, maka hal ini akan ditolak dengan salah satu sifat salbiyyah yang wajib bagi Allah, yaitu sifat qiyamuhu binafsihi (Allah wajib mandiri).
Ketika Musyabbihah mengatakan bahwa Allah memiliki organ tubuh seperti tangan, mata, kaki dan lain-lain yang dimiliki oleh makhluk, maka hal itu akan ditolak dengan sifat wajib Allah berupa mukhalafatuhu lil-hawadits (Allah wajib berbeda dengan hal-hal yang baru). Ketika Mu’tazilah mengatakan bahwa Allah Maha Kuasa tetapi tidak punya qudrat, Maha Mengetahui tetapi tidak punya ilmu, Maha Berkehendak tetapi tidak punya iradat dan lain-lain, maka hal itu akan ditolak dengan sifat-sifat ma’ani yang jumlahnya ada tujuh yaitu qudrat, iradat, ilmu, hayat, sama’, bashar dan kalam. Demikian pula dengan sifat-sifat yang lain. Wallahu a’lam.

Selasa, 21 September 2010

MAKAM DIRI MENUJU JALAN KESEMPURNAAN (INSAN KAMIL)

MAKAM DIRI

bertasbih DI MAKAM DIRI
Pada diri peribadi seorang manusia terdapat “tempat” yang disebut ” makam diri”. Tempat ini sangat penting untuk diketahui dan dipahami, sebab apabila sebuah makam tersebut tidak pernah kita kunjungi atau tidak pernah kita perdulikan maka bencanalah yang akan melanda diri peribadi baik di dunia maupun di  akhirat.
Kita selalu berjiarah ke makam (kuburan) orang lain, sementara makam diri sendiri tidak pernah di jiarahi tentu naif jadinya. Makam orang lain kita buat bersih tanpa rumput sama sekali, namun disayangkan makam peribadi karena tidak pernah dijiarahi kondisinya penuh rumput belukar sehingga dipastikan bersemayam segala binatang melata yang berbisa, ironisnya.

Mengapa Demikian?
Iblis laknatulloh telah besumpah dihadapan Allah bahwa Dia tidak akan pernah tunduk kepada adam, bahkan saking antipatinya Iblis akan terus menggoda Adam dan anak cucu Adam dengan misi menyesatkan / menjerumuskan ke lembah nista dan menjadikan koloni sesat.

Dimanakah Mereka Bersemayam Dan Berkuasa?
Didalam wadah maksiat mereka bersemayam. Didalam wadah Amarah mereka bersemayam, Didalam wadah takabbur mereka bertengger, dan banyak lagi tempat mereka dapat membangun kerajaannya. Makanya jangan heran apabila pada diri peribadi seorang manusia akan terkandung sifat-sifat tercela yang mengotori jiwa seperti:
  • Hasad atau Iri hati
  • Haqad atau Dengki / benci
  • Suuzzan atau Prasangka buruk
  • Kibir atau Sombong
  • Ujub atau Merasa sempurna diri dari orang lain
  • Riya atau Mempamerkan kelebihan
  • Suma’ atau Cari-cari nama atau kemashuran
  • Bukhul atau Kikir
  • Hubbul mal atau Cinta kebendaan
  • Tafahur atau Membanggakan diri
  • Ghadab atau Pemarah
  • Qhibah atau Pengupat
  • Namimah atau Bicara ngelantur dibelakang orang
  • Kijib atau Dusta
  • Khianat atau Munafik
  • Dan sebagainya
Istana Iblis Dimana?
Subhanallah…Istananya adalah diri peribadi seorang manusia.

Lantas Masuk Iblis Melalui Apa?
Melalui mata mereka merasuk, melalui telinga mereka menusuk, melalui hidung mereka berjalan, melalui mulut mereka berkendaraan dengan kencangnya. Dan seterusnya segala lubang ditubuh seseorang jadi sarana masuknya iblis keistana.
  • Mulut jalan masuk memakai kendaraan dusta dan qhibah
  • Mata jalan masuk memakai kendaraan melihat yang haram
  • Telinga jalan masuk kendaraan biasa mendengar cerita kosong
  • Hidung jalan masuk kendaraan biasa menimbulkan rasa benci
  • Tangan jalan masuk kendaraan merusak
  • Kaki jalan masuk kendaraan biasa berjalan berbuat maksiat
  • Perut jalan masuk biasa diisi makanan haram
  • Kemaluan dan dubur jalan masuk syahwat juga berjina
Apabila iblis  sudah bersemayam didiri seseorang maka celakalah…!!! Mereka akan berkuasa terhadap segala tingkah laku seseorang sebagai Pilot.

Begitu Pentingkah Makam Itu Diketahui?
Lebih penting dari tidur, Lebih penting dari makan.

Mengapa Begitu Penting?
Apabila makam tersebut dijadikan istana oleh iblis sebagai tempat bersemayam maka hancurlah dan celakalah diri seseorang dari dunia sampai akhirat….Nauzubillah!!!
Adapun makam diri 7 (tujuh) peribadi  seorang manusia adalah:

1. Makam Qalbi
2. Makam Roh
3. Makam Sirri
4. Makam Khafi
5. Makam Akhfa
6. Makam Nafsun Natiqa
7. Makam Kullu Jasad

Ringkasnya sebagai berikut:

1. Makam Qalbi letaknya dua jari dibawah susu kiri, tepatnya berada pada Jantung jasmani. Disinilah tempat iblis bersemayam dengan muatan kemusrikan, kekafiran, ketahyulan dan sifat-sifat iblis dan inilah yang saya sebut semak belukar juga hewan melata berbisa. Apabila kita sudah tau hal ini maka seharusnyalah kita berjiarah dan melakukan pembersihan total agar semua rumput dan binatang melata yang notabene sifat tercela tidak lagi mengotori makam tersebut. Sejatinya makam ini adalah tempat Iman, Islam, tauhid, ma’rifah pada peribadi seorang. Jadi, dengan bersihnya kotoran tadi maka sifat terpuji itu akan bertukar menjadi Pilot.

2. Makam Roh letaknya dua jari dibawah susu kanan, tepatnya berada pada Rabu jasmani. Disinilah tempat iblis bersemayam dengan muatan Bahimiyah (Sifat biunatang jinak)  dan sifat-sifat menuruti hawa nafsu. Inilah yang saya sebut semak belukar juga hewan melata berbisa. Apabila kita sudah tau hal ini maka seharusnyalah kita berjiarah dan melakukan pembersihan total agar semua rumput dan binatang melata yang notabene sifat tercela tidak lagi mengotori makam tersebut. Sejatinya makam ini adalah tempat Sabar tawakkal pada peribadi seorang. Jadi, dengan bersihnya kotoran tadi maka sifat terpuji itu akan bertukar menjadi Pilot.

3. Makam Sirri letaknya dua jari diatas  susu kiri, tepatnya berada pada Paru-paru  jasmani. Disinilah tempat iblis bersemayam dengan muatan Syabiyah (sifat binatang buas) yaitu  sifat pemarah, pendendam, dhalim dan aniaya. maka inilah yang saya sebut semak belukar juga hewan melata berbisa. Apabila kita sudah tau hal ini maka seharusnyalah kita berjiarah dan melakukan pembersihan total agar semua rumput dan binatang melata yang notabene sifat tercela tidak lagi mengotori makam tersebut. Sejatinya makam ini adalah tempat Kasih sayang juga ramah tamah pada peribadi seorang. Jadi, dengan bersihnya kotoran tadi maka sifat terpuji itu akan bertukar menjadi Pilot.

4. Makam Khafi letaknya dua jari diatas susu kanan, tepatnya berada pada Limpa jasmani. Disinilah tempat iblis bersemayam dengan muatan hjasad, dengki juga khianat dan sifat-sifat iblis yang tercela ini membawa kecelakaan dunia akhirat. Inilah yang saya sebut semak belukar juga hewan melata berbisa. Apabila kita sudah tau hal ini maka seharusnyalah kita berjiarah dan melakukan pembersihan total agar semua rumput dan binatang melata yang notabene sifat tercela tidak lagi mengotori makam tersebut. Sejatinya makam ini adalah tempat Kebaikan dan sifat syukur pada peribadi seorang. Jadi, dengan bersihnya kotoran tadi maka sifat terpuji itu akan bertukar menjadi Pilot.

5. Makam Akhfa letaknya ditengah dada, tepatnya berada pada empedu jasmani. Disinilah tempat iblis bersemayam dengan muatan ria, takabur, sombong, ujub, dan sama’ atau mempamerkan kebaikan diri. Sifat-sifat iblis inilah yang saya sebut semak belukar juga hewan melata berbisa. Apabila kita sudah tau hal ini maka seharusnyalah kita berjiarah dan melakukan pembersihan total agar semua rumput dan binatang melata yang notabene sifat tercela tidak lagi mengotori makam tersebut. Sejatinya makam ini adalah Ikhlas, khusyu’, tadarru tafakkur pada peribadi seorang. Jadi, dengan bersihnya kotoran tadi maka sifat terpuji itu akan bertukar menjadi Pilot.

6. Makam Nafsun Natiqa letaknya diantara kening, tepatnya berada pada pikiran jasmani. Disinilah tempat iblis bersemayam dengan muatan nafsu amarah yang senantiasa mendorong orang untuk melakukan kejahatan tidak berperikamunisiaan, sifat ini juga selalu biang penghambat dalam meciptakan perbaikan masyarakat, juga sifat banyak hayalan dan panjang angan-angan. Inilah yang saya sebut semak belukar juga hewan melata berbisa. Apabila kita sudah tau hal ini maka seharusnyalah kita berjiarah dan melakukan pembersihan total agar semua rumput dan binatang melata yang notabene sifat tercela tidak lagi mengotori makam tersebut. Sejatinya makam ini adalah tempat Sifat tentram dan pikiran tenang  pada peribadi seorang. Jadi, dengan bersihnya kotoran tadi maka sifat terpuji itu akan bertukar menjadi Pilot.

7. Makam Kullu Jasad letaknya ada dua (1) di pusat (2) di ubun-ubun, tepatnya meliputi seluruh tubuh. Disinilah tempat iblis bersemayam dengan muatan gahflah atau sifat kejahilan, kebendaan, kelalaian atau alfa. Inilah yang saya sebut semak belukar juga hewan melata berbisa. Apabila kita sudah tau hal ini maka seharusnyalah kita berjiarah dan melakukan pembersihan total agar semua rumput dan binatang melata yang notabene sifat tercela tidak lagi mengotori makam tersebut. Sejatinya makam ini adalah tempat Ilmu dan amal pada peribadi seorang. Jadi, dengan bersihnya kotoran tadi maka sifat terpuji tadi akan bertukar menjadi Pilot.

Dengan Apa Peribadi Seorang Membersihkan Makam Diri Yang Kotor…?

Sabda Rasulullah

 
 

Untuk membersihkan kotornya makam diri adalah dengan Dzikrullah, yaitu berzikir kepada Allah. Disini kita memakai pembersihnya dengan Asma’ Allah atau Nama Allah. dibaca: “Allah-Allah” pada setiap makam.

Allah SWT Berfirman Dalam Al Qur’an
Surat Al-Furqan-70:



1. Makam Qalbi: Zikir Allah-Allah sebanyak 5000 
2. Makam Roh: Zikir Allah-Allah sebanyak 1000 x
3. Makam Sirri: Zikir Allah-Allah sebanyak 1000 x
4. Makam Khafi: Zikir Allah-Allah sebanyak 1000x
5. Makam Akhfa: Zikir Allah-Allah sebanyak 1000 x
6. Makam Nafsun Natiqa: Zikir Allah-Allah sebanyak 1000 x
7. Makam Kullu Jasad: Zikir Allah-Allah sebanyak 1000 x

Firman Allah SWT dalam Al Quran Surat Asysyam ayat 7-10;

 

Maka, Zikir “Allah-Allah” tersebut kalau dijumlahkan keseluruhan menjadi 11.000 x (hatam besar) dan kalau mampunya hanya 5000x pada makam qalbi maka itu disebut hatam kecil.

Selama kotoran makam itu belum di bersihkan maka  IBLIS akan senantiasa menjadi PILOT dengan mengendarai seorang manusia untuk senantiasa melakukan perbuatan tercela, sementara manusia itu sendiri sulit untuk berkelakuan terpuji karena jiwanya telah dirasuki oleh iblis.
Jangan heran apabila dimuka bumi ini kita melihat banyaknya kehancuran akibat tangan-tangan manusia. Semua itu dalangnya adalah iblis yang bersemayam dikerajaannya.

Apa Keuntungan Utama Melebihi Segalanya dari Bersihkan makam Diri Itu?
Kebersihan adalah sebagian dari pada iman, dan kebersihan itu pangkal kesehatan. Tentunya, kalau makam diri sudah bersih dan senantiasa dijaga kebersihannya maka prilaku seseorang itu akan sehat dan iman seseorang itu akan kokoh tidak berbuat sesuatu yang tercela.
Dengan seseorang memiliki perbuatan terpuji itu baik lahir maupun bathinnya tentulah permukaan bumi ini akan aman dan kehancuran akibat tangan manusia tadi tidak akan terjadi. Tidak akan saling mengahancurkan satu sama, dan masih banyak lagi cerita indah yang tidak cukup dilukiskan disini.
Dari semua itu, ada keuntungan utama melebihi semua yang saya sebutkan sebelumnya yaitu Sucinya “Makam Robbaniyah”. Dialah  implementasi Roh yang Suci dan paling halus yang disebut “Hakekat diri sebenarnya diri.”
Dialah induk dari semua makam. Dialah yang dapat mendekati Tuhan. Rasululloh bersabda:
“Di dalam tubuh anak adam ada segumpal daging apabila baik, maka baiklah seluruh jasad dan apabila rusak maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah bahwa dia itu adalah “Hati”
Oleh karena itu, dengan mendahulukan penelitian dan pengenalan diri sendiri akan menjadi kunci mengenal “Sang Maha Pencipta.” Mengenal Sang Maha Pencipta” itu adalah awal agama.

“Awaluddin Ma’rifatulloh: Awal Agama Mengenal Allah”

Bagaimana cara mengenal Allah?

Untuk mengenal Allah maka Kenal Dulu diri.

Rasululloh SAW bersabda:

DOA NURBUAT

Salah satu Doa yang memiliki banyak khasiat diturunkan Allah adalah Do’a Nurbuat (Nurul Nurbuwah), syarat utama mengamalkannya agar mutazab dengan berlaku ihklas. Menurut Riwayat, bahwa Rasulullah usai melaksanakan Sholat Subuh bersama para sahabat duduk di masjid. Kemudian datanglah malaikat Jibril seraya berkata: “Aku diutus oleh Allah membawa Do’a Nurbuat untuk diserahkan kepadamu (Rasulullah).”



“Bismillaahir rohmaanir rohiim. Allahumma dzisshulthanil azhiim. Wa dzil mannil qadim wa dzil wajhil kariim wa waliyyil kalimaatit tammaati wad da’awaati mustajaabati ‘aaqilil hasani wal husaini min anfusil haqqi ‘ainil qudrati wannaazhirinna wa ‘ainil insi wal jinni wa in yakadul ladziinna kafaruu la yuzliquunaka bi-abshaarihim lamma sami’udz dzikra wa yaquuluuna innahu lamajnuun wa maa huwa illa dzikrul lil ‘aalamiina wa mustajaabu luqmanal hakiimi. wa waritsa sulaimaanu daawuda ‘alaihimas salaamu al waduudu dzul ‘arsyil majiidi thawwil ‘umrii wa shahhih ajsadii waqdhi haajatii wa aktsir amwaalii wa aulaadii wa habbib linnaasi ajma’in Watabaa ‘adil ‘adaa wata kullahaa min banii aadama ‘alaihis salaamu man kaana hayya wa yahiqqal qaulu ‘alalkaafiriina waqul jaa al haqqu wa zahaqalbaathilu innal baathila kaana zahuuqaa. Wa nunazzilu minal qur’aani maa huwa syifaa-uw wa rahmatul lil mu’miniina. Wa laa yaziidu zhaalimiina illaa khosaaron. Subhaana rabbika rabbil ‘izzati ‘ammmaa yashifuuna wa salaamun ‘alal murshaliina wal hamdu lillahi rabbil ‘aalamiin.”

TERJEMAHAN MELAYU

“Ya Allah, Zat Yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin. Dan sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan Tiadalah itu semua melainkan sebagai peringatan bagi seluruh alam. Allah yang mengabulkan do’a luqmanul hakim dan mewariskan sulaiman bin daud a.s. Allah adalah Zat Yang Maha Pengasih lagi memiliki singgasana yang Mulia, panjangkanlah umurku, sehatlah jasad tubuhku , kabulkan hajatku, perbanyakkanlah harta bendaku dan anakku, cintakanlah semua manusia dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam a.s., orang-orang yang masih hidup dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan katakanlah : “Yang haq telah datang dan yang batil telah musnah, sesungguhnya perkara yang batil itu pasti musnah”. Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah Tuhanmu Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir. Dan semoga keselamatan bagi para Rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”

Selain daripada doa nurun nubuwwah ia juga di kenali sebagai; doa nurbuwat atau doa nurbuat juga doa nurbuah dan doa nurbuwah, bergantung pada loghat mengikut suku kaum baik di Malaysia maupun di Indonesia. Doa Nurun Nubuwwah di katakan memiliki khasiat yang banyak sekali dan sangat menakjubkan terhadap siapa yang suka membaca dan mengamalkannya dengan ikhlas hati benar-benar kerana Allah. Dan di antara khasiat –khasiatnya adalah seperti berikut;

  1. Doa ini boleh di pergunakan untuk memohon kekayaan. Kepada orang yang berhajatkan kekayaan, doa ini hendaklah di baca 100 kali pada malam Jumaat. Tanamkan kunyit dalam tanah di suatu tempat sunyi. Banyaknya kunyit terpulang pada orang yang memohon kekayaan itu. Jika di kabulkan Allah, orang yang mengamalkan doa ini akan mendapat alamat apabila kunyit yang di tanam sudah bertukar menjadi emas. 
  2.  Jika di baca pada setiap lepas sembahyang lima waktu, apa yang kita hajati insya- Allah akan berhasil
  3. Jika ada raja yang ingin menjadi pendeta, maka dengan berkat doa ini insya-Allah akan tercapai.
  4. Demikian juga jika ada pendeta yang ingin menjadi wali Allah, dengan membaca doa ini insya-Allah mendapatnya. Dan jika ada jin yang ingin menjadi manusia, dengan berkat doa ini insya-Allah jadilah dia manusia. 
  5. Jika ada binatang yang cacat, dengan dibacakan padanya, insya-Allah binatang itu akan menjadi sempurna sifatnya. 
  6. Jika sesiapa membaca sekali ketika matahari hampir terbenam, Allah akan mengampuni segala dosanya. 
  7. Jika anda ada musuh bacakan doa ini, insya-Allah musuh akan menjadi sayang pada anda. 
  8. Jika tidak boleh membaca atau menghafalnya, tuliskan doa ini dan simpan dalam rumah, insya-Allah terselamat daripada sihir, ilmu hitam dan penyakit. 
  9. Apabila di letakkan pada tanaman, insya-Allah tanaman itu selamat daripada segala musuh 
  10. Apabila diletakkan pada tempat yang didiami syaitan, iblis, jin, hantu dan segala macam makhluk halus yang jahat, insya-Allah mereka semua akan pergi dari situ. 
  11. Jika ingin melihat sesuatu yang indah, bacakan 100 kali pada malam sabtu, insya- Allah anda akan diperlihatkan keajaiban. 
  12. Jika anda berperahu di laut dan membacakan doa ini, kemudian tiupkan ke laut, insya-Allah air laut akan menjadi tawar. 
  13. Jika dibaca pada malam minggu, insya-Allah anda akan awet muda. 
  14. Jika dibaca pada malam Isnin, Allah akan memberikan keselamatan. 
  15. Jika dibaca pada malam Selasa, anda akan menjadi kuat. 
  16. Jika dibaca pada malam Rabu, gigi menjadi teguh. 
  17. Jika dibaca pada malam Khamis akan memperelokkan wajah. 
  18. Jika dibaca pada binatang buas, insya-Allah ia akan tunduk. 
  19. Jika dibaca pada malam hari, seluruh malaikat akan turun dari langit memohonkan ampun untuk orang yang membacanya 
  20. Jika dibaca pada hari raya, maka apa yang dihajat akan segera berhasil 
  21. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan para nabi, bacakan 100 kali doa ini, kemudian tidur, insya-Allah akan bermimpi berjumpa dengan para nabi dan sesiapa memandangnya akan berasa kasih sayang. 
  22. Untuk menyembuhkan orang sakit, baca doa ini pada minyak. Sapukan minyak itu pada tempat yang sakit, insya-Allah akan sembuh. 
  23. Demikian juga, jika ada orang yang diganggu hantu, syaitan, jin, kerasukan, pengsan atau gila, bacakan pada minyak dan sapukan pada orang berkenaan. 
  24. Andainya anda ingin mendekati raja, orang berkedudukan tinggi atau orang ramai, baca doa ini setiap hari, insya-Allah semua akan kasihkan anda. 
  25. Jika ingin kuat berjalan, bacakan pada sirih bertemu urat, kemudian usapkan daun itu dari kepala sampai ke dua hujung kaki, insya-Allah anda akan kuat berjalan. 
  26. Jika anda dalam perjalanan dan ada tanda akan hujan, bacakan doa ini, insya- Allah tidak jadi hujan 
  27. Jika terjadi permusuhan, bacakan berulang kali, insya-Allah akan berhenti 
  28. Jika akan berangkat ke medan perang, bacakan doa ini, insya-Allah tidak di kejar musuh, sebaliknya musuh akan bercerai-berai sesama sendiri 
  29. Jika ada wanita yang sukar bersalin, bacakan doa ini pada air dalam mangkuk putih, minumkan air itu, insya-Allah bayinya akan cepat lahir 
  30. Jika ada orang sakit mata, bacakan doa ini dan hembuskan pada matanya, insya- Allah lekas sembuh. 
  31. Apabila ada orang digigit ular, kena bisa, racun atau penyakit lain, bacakan doa ini pada tempat yang luka atau tempat yang sakit, insya-Allah lekas sembuh. 
  32. Jika anda ingin bertemu raja jin, sucikan diri anda daripada najis dan hadas, bacakan doa ini 100 kali pada malam Jumaat di tempat yang suci dan sunyi. 
  33. Rasulullah bersabda:”Jika kamu ingin di muliakan orang lain, bacalah doa ini.” 
  34. Jika anda hendak melamar seseorang wanita, berpuasalah sehari dan jangan tidur pada malamnya. Bacakan doa ini terus-menerus di tempat sunyi. Insya-Allah lamaran anda diterima 
  35. Bilamana ada wanita bersalin yang sulit, maka bacalah doa ini pada pinggang atau mangkuk putih yang berisi air, kemudian airnya diminumkan, Insya’ Allah bayinya akan segera keluar tanpa kesulitan yang di derita oleh sang ibu.


Jumat, 20 Agustus 2010

Doa Rumeksa Ing Wengi

Ada kidung rumeksa ing wengi
Yang menjadikan kuat selamat dari semua penyakit
Terbebas dari segala petaka
Jin dan setan pun tidak mau
Segala jenis sihir tidak berani
Apalagi perbuatan jahat
Guna-guna tersingkir
Api menjadi air
Pencuri pun menjauh dariku
Segala bahaya akan lenyap

Semua penyakit pulang ke tempat asalnya
Semua hama menyingkir dengan pandangan kasih
Semua senjata tidak mengena, bagaikan kapuk jatuh di besi
Segenap racun menjadi tawar
Binatang buas menjadi jinak
Pohon ajaib, tanah angker, lubang landak, gua orang, tanah miring dan sarang merak

Kandangnya semua badak
Meski batu dan laut mengering
Pada akhirnya semua selamat
Sebab badannya selamat
Dikelilingi oleh bidadari
Yang dijaga oleh malaikat
Dan semua rasul
Dalam lindungan Tuhan
Hatiku Adam dan otakku Nabi Sis
Ucapanku ialah Nabi Musa

Napasku Nabi Isa yang amat mulia
Nabi Ya’kub pendengaranku
Nanti Nabi Daud menjadi suaraku
Nabi Ibrahim menjadi nyawaku
Nabi Sulaiman menjadi kesaktianku
Nabi Yusuf menjadi rupaku
Nabi Idris pada rambutku
Ali sebagai kulitku
Abu Bakar darahku
Dan Umar dagingku
Sedangkan Usman sebagai tulangku

Sumsumku adalah Fatimah yang amat mulia
Siti Aminah sebagai kekuatan badanku
Nanti Nabi Ayub ada di dalam ususku
Nabi Nuh di dalam jantungku
Nabi Yunus di dalam ototku
Mataku ialah Nabi Muhammad
Air mukaku rasul dalam lindungan Adam dan Hawa
Maka lengkaplah semua rasul
Yang menjadi satu badan

Sabtu, 07 Agustus 2010

Belajar Ma'rifat Demi Ketentraman Jiwa

* Telah tiba saatnya Intelektual Islam tampil : Islam membawa manfaat kemajuan dan kesejahteraan. Sebagai bangsa dengan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di Dunia, sudah selayaknya bangsa Indonesia maju ke depan dengan berlandaskan Islam menyumbangkan berbagai Inovasi dan Ilmu
Islam adalah Rahmat bagi Semesta Alam, Islam bertumpu pada dimensi Ilmu Pengetahuan dan Pembangunan Akhlak (Akhlaqul Karimah). Al Quran merupakan tuntunan beribadah dan tersembunyi didalamnya Teknologi serta Ilmu Pengetahuan yang sangat maju dan canggih yang selalu terdepan sepanjang jaman bagi siapapun yang mau menggalinya dan berusaha memahamimya sebagai jalan kehidupan.

Apa yang dituangkan Al Quran melahirkan berbagai pandangan untuk mencapai kesempurnaan, untuk memaksimalkan berbagai potensi dan kemampuan yang tersembunyi dalam Diri setiap Manusia, untuk menghadirkan harmoni dengan kecerdasan Intelektual dan kesalehan sosial yang mampu mengangkat peradaban masyarakat dunia dengan pendekatan kasih sayang menuju kemakmuran dan kesejahteraan "Gemah Ripah Loh Jinawi".

Perintah membaca dengan menyebut Nama Tuhan Allah, merupakan Inti dari proses pembelajaran, dengan Membaca Kita membuka Pengetahuan dan Cakrawala baru yang luas. Dengan selalu mengingat Allah dalam segala kegiatan dan apapun yang Kita lakukan, maka kehidupan berjalan dengan penuh arti dalam Pengabdian kepada Tuhan Allah dan Umat Manusia serta Keluarga.

Islam mendorong menggunakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang membawa manfaat kemajuan dan kesejahteraan dengan berlandaskan akhlak yang mulia menuju keberhasilan dan kesuksesan, menuju masyarakat yang maju bermartabat, masyarakat yang cerdas, berbudipekerti luhur, menguasai Ilmu Pengetahuan, berdaya saing, unggul dan mulia.

* Semua itu diawali dengan mengenal Diri Pribadi, mengenal kelebihan dan kekurangan Kita, membangkitkan dan memaksimalkan kemampuan terdalam, memicu dan memotivasi Diri, melakukan proses pembelajaran, pelatihan, mengenal tantangan, berbagai masalah yang menghadang dan kesulitan serta cara untuk menanggulanginya, perjuangan dan usaha yang keras secara terus menerus berkelanjutan guna mencapai kesuksesan dan kesempurnaan.

Sesungguhnya di dalam diri manusia terdapat ruh yang berasal dari ruh Tuhan sesuai dengan ayat Al Qur’an yang menerangkan tentang penciptaan manusia (“Ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya (Shaad; 71-72)”)>. Dengan demikian ruh manusia akan menyatu dengan ruh Tuhan dikala penyembahan terhadap Tuhan terjadi.
Dalam kondisi manusia modern seperti saat ini sering temui manusia yang mengalami hal ini terutama dalam agama Islam yang sering disebut zadhab atau kegilaan berlebihan terhadap Illa yang maha Agung atau Allah.
Mereka belajar tentang bagaimana Allah bekerja, sehingga ketika keinginannya sudah lebur terhadap kehendak Allah, maka yang ada dalam pikirannya hanya Allah, Allah, Allah dan Allah…. disekelilingnya tidak tampak manusia lain tapi hanya Allah yang berkehendak, Setiap Kejadian adalah maksud Allah terhadap Hamba ini…. dan inilah yang dibahayakan karena apabila tidak ada GURU yang Mursyid yang berpedoman pada AlQuran dan Hadits maka hamba ini akan keluar dari semua aturan yang telah ditetapkan Allah untuk manusia.Karena hamba ini akan gampang terpengaruh syaitan, semakin tinggi tingkat keimanannya maka semakin tinggi juga Syaitan menjerumuskannya.
seperti contohnya Lia Eden dll… mereka adalah hamba yang ingin dekat dengan Allah tanpa pembimbing yang telah melewati masa ini, karena apabila telah melewati masa ini maka hamba tersebut harus turun agar bisa mengajarkan yang HAK kepada manusia lain seperti juga Rasullah pun telah melewati masa ini dan apabila manusia tidak mau turun tingkatan maka hamba ini akan menjadi seperti nabi Isa AS.Maka Nabi ISA diangkat Allah beserta jasadnya. Seperti juga Syekh Siti Jenar yang kematiannya menjadi kontroversi.Dalam masyarakat jawa kematian ini disebut “MUKSO” ruh beserta jasadnya diangkat Allah.

ada 4 unsur ilmu menuju mengenal Allah
-Syariat,Tarekat,Hakekat,Ma'rifat-

TAHAPAN MENUJU MANUSIA SEMPURNA

1. Membangkitkan Kekuatan Ruh, Mengenal Tuhan, Merasakan Allah, Mengalir2kan Energi Allah.

2. Takholi Buka Pintu

3. Takholi Pembersihan Diri

4. Melenyapkan Unsur Hewani yang Mengganggu

5. Mengisi dengan sifat2 Allah Asmaul Husnah

6. Terapi Quantum Imajineer

7. Mengukur Kedekatan dengan Allah.

8. Kepekaan Gerak

9. Kepekaan Rasa

10. Aku adalah 'Aku' - Konsep Wihdatus Syuhud

11. Terhubung dengan Allah.

12. Jalan Mencapai - Menjadi Manusia Sempurna.

1. Membangkitkan Kekuatan Ruh agar dapat Mengenal Tuhan

Bilamana Kita melihat ada Jejak Harimau di pasir pantai, maka Kita yakin bahwa ada Harimau yang melintas di pantai. Kalau Kita melihat alam semesta ini, maka Kitapun yakin bahwa pasti ada yang menciptakannya, Islam mengenal Allah SWT sebagai Sang Pencipta.

Untuk mengenal Tuhan, Kita harus mengenal Diri Kita sendiri terlebih dahulu, karena Allah menciptakan Alam Semesta ini untuk dinikmati sebagai tempat kehidupan Manusia ciptaan-NYA.

Pada QS. As Sajdah ayat 9 dijelaskan Manusia diciptakan oleh Allah dan merupakan bagian dari Allah, sehingga pada prinsipnya setiap Manusia terhubung ke Allah dan juga terhubung ke Manusia2 lainnya. Kalau Kita mampu memahami hal ini maka Kita tentu akan mengetahui untuk apa Manusia diciptakan dan dilahirkan ke muka Bumi ini dan bagaimana menggunakan kekuatan Tuhan yang ada dalam Diri Kita itu untuk kebaikan.
_

AMALAN PADA MALAM-MALAM LAILATUL QADAR

Berikut ini dapat diamalkan pada malam lailatul qadar (sebaiknya mulai tengah malam):

1. Sembahyang sunat wudu’.

2. Sembahyang sunat hajat , berdoa minta dipertemukan Allah dengan malam Lailatul Qadar.

3. Membaca al-Quran.

4. Istighfar:

ASTAGHFIRULLAAHAL’AZHIIMA WA ATUUBU ILAIHI

5. Zikrullah:

LAA ILAAHA ILLALLAAH(U) ;
LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADAN(R)-RASUULULLAAH(I);
ALLAAHU AKBAR

6. Bertasbih:

SUB-HAANALLAAHI WAL-HAMDULILLAAHI WA LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBAR, WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL’ALIYYIL’AZHIIM(I);
SUB-HAANALLAAHI WA BIHAMDIHI SUB-HAANALLAAHIL’AZHIIM(I);
SUB-HAANA RABBIYAL A’LAA

SUB-HAANA RABBIYAL’AZHIIMI WA BIHAMDIH(I)

7. Salawat:

ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD

8. Sembahyang sunat tahajjud.

9. Sembahyang sunat tasbih.

Orang yang bertemu dengan Lailatul Qadar dipercayai akan terus dingin badannya karena dihampiri oleh para malaikat (sebentar saja). Hendaklah segera membaca:

ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN KARIIM (UN) TUHIBBUL’AFWA FA’FU ‘ANNII

Rasulullah s.a.w telah bersabda yang bermaksud: “Barangsiapa beribadat sesaat pada malam Qadar, kira-kira selama seorang penggembala memerah susu kambingnya, maka adalah lebih disukai Allah daripada berpuasa setahun penuh. Demi Allah yang telah mengutus daku dengan hak menjadi nabi, sesungguhnya membaca satu ayat dari al-Quran pada malam Qadar adalah lebih disukai Allah daripada mengkhatamkannya pada malam-malam yang lain.”

Dari Aisyah r.a bahwa dia mengatakan, aku bertanya: “Ya Rasulullah, kalau aku bertepatan dengan malam Qadar, maka apakah yang patut aku baca? Jawab Rasulullah s.a.w.: Ucapkanlah:

ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN KARIIM (UN) TUHIBBUL’AFWA FA’FU ‘ANNII

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Tuhan Yang Maha Pemaaf lagi Pemurah, yang suka memberi kemaafan, maka maafkanlah aku.”